Apa Itu Debt Stacking

Mengenal Apa Itu Debt Stacking Dan Bagaimana Penerapannya!

Apa Itu Debt StackingDebt stacking muncul sebagai solusi bagi sebagian orang. Terutama berkaitan dengan hutang. Lantas, apa itu debt stacking?

Faktanya, hampir sebagian besar masyarakat memiliki tanggungan hutang. Jumlahnya pun bervariasi. Tidak jarang jika pelunasannya memakan waktu yang lama.

Namanya hutang, mau tidak mau harus dilunasi. Toh, kamu sudah menikmati bantuan keuangan sebelumnya. Misalnya untuk kebutuhan pengembangan bisnis atau pembiayaan lainnya.

Pelunasannya harus dipikirkan. Setidaknya, pelunasannya tidak membuat kamu terbebani dalam waktu yang lama. Apalagi sampai menjelang hari tua.

Untuk menghindari angsuran yang terlalu lama, dibutuhkan manajemen keuangan untuk melunasinya. Dan debit stacking atau avalanche menjadi metode yang dinilai tepat.

Pengertian dari Debt Stacking

Apa Itu Debt Stacking
Apa Itu Debt Stacking

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kenali apa itu debt stacking. Istilah didefinisikan sebagai metode pembayaran hutang secara urut yang didasarkan pada tingkatan bunganya.

Kata kuncinya adalah pembayaran hutang dan bunga. Dua hal ini yang perlu digarisbawahi jika ingin memahaminya lebih detail.

Sebagian orang menghadapi kondisi pelik terkait finansialnya. Pemenuhan kebutuhan yang semakin tinggi membuatnya harus memutuskan untuk berhutang.

Masalahnya, pinjaman ini tidak hanya pada satu tempat. Dengan kata lain, ada lebih dari dua atau tiga tempat di mana seseorang meminjam uang dalam jumlah tinggi.

Lembaga pinjaman yang berbeda ini biasanya memberlakukan suku bunga yang berbeda pula. Biasanya, suku bunga tinggi ini memungkinkan seseorang untuk mendapatkan kemudahan dalam meminjam uang.

Lalu, apa kaitannya dengan debt stacking? Hubungannya dalam membuat skala prioritas dalam melunasi hutang tersebut.

Jika menggunakan metode ini, kamu disarankan untuk membuat daftar hutang dari beberapa Lembaga keuangan yang kamu gunakan. Kemudian, posisikan pinjaman dari tingkat suku bunga tinggi di posisi teratas. Lantas, disusul dengan bunga rendah dan seterusnya.

Nantinya, kamu tinggal memprioritaskan pelunasan hutang dari pinjaman bunga tinggi terlebih dahulu. Baru diikuti dengan membayar pinjaman dengan bunga rendah di akhir.

Meskipun kamu memprioritaskan pada hutang dengan bunga tinggi, bukan berarti kamu tidak membayar pinjaman bunga rendah di tiap bulannya. Tetapi, pembayaran tetap dilangsungkan bersamaan agar terhindar dari denda.

Baca juga : Telat Lapor SPT Tahunan

Kelebihan dan Kekurangan Debt Stacking

Setelah mengetahui apa itu debt stacking, kamu juga sebaiknya memahami kelebihan dan kekurangannya. Dengan mengetahuinya, kamu bisa menilai apakah metode ini sesuai untuk kamu terapkan atau tidak.

Kelebihan utamanya, waktu yang dibutuhkan untuk pelunasan seluruh hutang akan lebih cepat. Nantinya, kondisi keuanganmu akan cepat membaik.

Kuncinya, terapkan metode debt stacking secara konsisten. Yang paling penting, lakukan pembayaran secara disiplin supaya tidak ada pembengkakan tagihan.

Sedangkan untuk kekurangannya, kamu harus rela untuk menunda terlebih dahulu keinginan yang berkaitan dengan pengeluaran uang. Contohnya menunda keinginan untuk membeli barang.

Intinya, diperlukan keberanian dan keinginan kuat untuk menekan biaya agar pelunasan hutang segera terealisasi. Setidaknya, kamu perlu berhemat agar tidak keteteran dalam membayar angsuran.

Cara Menerapkan Metode Debt Stacking

Kamu sudah mengetahui apa itu debt stacking dan keuntungannya. Namun, tahukah kamu mengenai penerapannya?

Jika kamu ingin sukses menghindari jeratan hutang, terapkan debt stacking secara disiplin. Langkahnya sebagai berikut.

  • Buat Daftar Pinjaman

Ketika pinjaman yang kamu lakukan hanya berjumlah satu saja, kamu tidak perlu menggunakan metode ini. Pasalnya, kamu sudah mengetahui kewajibanmu hanya mengangsur pada satu Lembaga keuangan saja.

Berbeda jika memiliki pinjaman lebih dari satu jenis atau dari beberapa Lembaga. Dan itu masih berjalan angsurannya secara bersamaan. Maka, kamu bisa menggunakan metode ini.

Untuk mengawalinya,  tulis dalam buku catatan hutang. Buat daftar semua Lembaga keuangan yang kamu manfaatkan untuk meminjam. Singkatnya, itu semua masih kamu tanggung hingga saat ini.

  • Urutkan Hutang dari Bunga Tertinggi

Setelah membuat daftarnya, kamu juga harus mencermati besaran bunga dari masing-masing pinjaman. Karena kenyataannya, masing-masing Lembaga terkadang menetapkan bunga yang berbeda.

Tempatkan hutang dengan bunga tertinggi di posisi teratas. Kemudian lanjutkan dengan memosisikan pinjaman dengan bunga di bawahnya secara urut.

Sederhananya, abaikan jumlah nominal pinjaman. Tetapi, fokuslah pada suku bunga tertinggi. Dengan begitu, kamu akan mengetahui pinjaman mana yang sebenarnya dapat memberatkan proses pembayaran.

  • Atur Keuangan

Tanpa adanya uang, kamu tidak dapat melakukan pelunasan. Untuk itulah, kamu memerlukannya.

Di sini, kamu perlu memperhatikan sebesar apa penghasilan bulananmu. Kemudian, lakukan pengaturan keuangan yang mana nantinya dapa digunakan untuk membayar hutang.

Baca juga : Prinsip Pareto Dalam Bisnis

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. Praktiknya dilakukan dengan mengatur berapa besar pengeluaran bulanan wajib. Contohnya untuk membeli bahan poko.

Setelah itu, tinggal menghitung jumlah sisa uang dari penghasilan bulanan. Sisanya inilah yang dijadikan sebagai alat untuk melunasi angsuran dari berbagai jenis pinjaman.

  • Lakukan Pembayaran

Ketika kamu sudah menemukan rincian tentang jumlah uang sisa, kamu bisa memikirkan tentang seberapa besar uang yang akan dikeluarkan. Tentu saja, kewajibanmu adalah mengangsur setiap pinjaman di bulan yang sama.

Lantas, bagaimana caranya agar semuanya dapat dibayar? Kamu hanya perlu memaksimalkan pembayaran minimum yang disediakan oleh penyedia pinjaman.

Tidak masalah jika menggunakan pembayaran minimum. Toh, kamu masih disiplin yang memungkinkan untuk terbebas dari sanksi seperti denda.

Untuk pinjaman dengan bunga tinggi, cobalah untuk memilih angsuran maksimal. Jika masih ada sisa uang, lipatgandakan pembayaran pada pinjaman bersuku bunga tinggi.

Semakin banyak dana yang difokuskan pada pinjaman prioritas, kamu akan lebih mudah dalam menutup hutang. Waktunya bisa diperpendek. Nantinya, kamu tinggal fokus pada daftar pinjaman di bawahnya dengan metode yang sama.

Kunci Sukses Melunasi Hutang

Kamu sudah memahami apa itu debt stacking yang banyak digunakan oleh pebisnis. Tentunya, metode ini dapat berjalan sukses ketika kamu melakukan beberapa hal berikut.

Dapatkan Penghasilan Tambahan

Untuk pertama kalinya, kamu memang bisa bergantung pada sumber penghasilan utama. Namun, ini masih sangat riskan jika terus dilakukan.

Alasannya, belum tentu penghasilan utama ini dapat menutup pinjaman. Karena, ada kemungkinan adanya kebutuhan mendesak di tengah pembayaran.

Menyadari kemungkinan tersebut, solusi terbaiknya adalah mencari pendapatan tambahan. Kamu bisa memperolehnya dari jualan online, ikut program afiliasi dan lain sebagainya.

Yang paling penting, kegiatan yang kamu lakukan tidak mempengaruhi pekerjaan utama. Dengan begitu, kamu bisa meminimalkan masalah yang berkaitan dengan keuangan.

Disiplin dan Konsisten Bayar Hutang

Poin kedua, tetaplah disiplin dan konsisten. Itu menjadi modal utama jika kamu ingin segera bebas dari hutang.

Disiplin memungkinkan kamu tidak terkena denda. Konsisten pun demikian. Meskipun nilainya kecil, tetap saja kamu dapat melunasinya sehingga keuanganmu cepat stabil.

Tekan Biaya Pengeluaran tidak Perlu

Poin ketiga adalah kemauan untuk menekan biaya pengeluaran selama memiliki tanggungan hutang. Jika kebutuhannya tidak begitu penting, urungkan niat untuk membelinya.

Demikianlah informasi mengenai apa itu debt stacking beserta penerapannya. Selagi kamu mempraktikkannya dengan tepat, kamu berpeluang untuk melunasi hutang dengan cepat.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top