Cara Membuat Footnote

Cara Membuat Footnote Yang Dapat Kamu Terapkan

Cara Membuat Footnote – Baik untuk membuat karya tulis ilmiah atau non ilmiah, footnote atau catatan kaki adalah sebuah unsur penting yang perlu dicantumkan. Ini dibutuhkan untuk mengetahui darimana sumber tulisan tangan yang dibuat penulis dan menentukan apakah valid maupun tidak. Mungkin banyak dari kita yang belum memahami cara membuat footnote yang baik dan benar.

Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini kami akan mengulas informasi tentang apa itu footnote dan bagaimana cara membuat footnote yang tepat. Penjelasan selengkapnya bisa anda temukan di bawah ini dari laman rogcommunity.id.

Pengertian Footnote (Catatan Kaki)

Cara Membuat Footnote
Cara Membuat Footnote

Footnote adalah daftar keterangan khusus yang diletakkan di bagian bawah pada akhir bab atau setiap lembar keterangan ilmiah. Footnote dipakai untuk memberikan komentar dan keterangan yang juga berfungsi sebagai sarana untuk menerangkan dari mana sumber kutipan sebuah tulisan. Dengan demikian, footnote tersebut bisa dijadikan sebagai pedoman penulisan daftar bacaan.

Tujuan Membuat Footnote

Tujuan penulisan footnote yaitu untuk menyusun sumber tulisan, menyatakan utang budi bagi pengarang yang sudah dikutip pendapatnya, memperkuat uraian, menyampaikan keterangan tambahan serta merujuk bagian teks lain (uraian di halaman lain, sesudah atau sebelumnya).

Fungsi Footnote

Beberapa fungsi footnote atau catatan kaki yang sebaiknya anda ketahui yaitu :

Sebagai Bukti

Dengan menyertakan footnote pada sebuah kutipan pada data atau pernyataan yang dilampirkan, mampu memberikan keterangan pada pembaca mengenai jurnal atau karya tulis yang dibuat memberitahu tempat kutipan atau data tersebut diambil

Untuk Informasi Lanjutan

Dengan adanya footnote (catatan kaki) dalam pembahasan atau pernyataan tertentu akan memberikan informasi lanjutan bagi para pembaca. Sehingga para pembaca bisa mencari informasi lebih luas dari apa yang dibahas ataupun yang lebih terperinci yang berkaitan dengan studi kasus tertentu.

Memperluas Konteks Pembahasan

Saat penulis melampirkan footnote dalam pembahasan yang mereka kutip maka bisa memperluas pembahasan yang selanjutnya bisa dipelajari oleh para pembaca saat menghadapi studi kasus yang mungkin sesuai dengan kutipan yang terlampir dalam karya tulis tersebut.

Petunjuk dan Keterangan

Fungsi footnote berikutnya yaitu sebagai keterangan dan petunjuk untuk menyajikan lampiran yang berhubungan dengan pernyataan, data dan juga berbagai fakta tertentu. Dengan demikian, para pembaca bisa mempelajari tentang halaman, persoalan, sub bab dari jurnal atau karya ilmiah yang terkait.

Unsur-Unsur Footnote (Catatan Kaki)

Saat ingin membuat footnote, anda perlu mencantumkan beberapa unsur penting tertentu. Adapun unsur footnote tersebut antara lain :

Nama Pengarang/ Penulis

Menulis secara lengkap nama penulis/ pengarang dari kutipan yang anda ambil tanpa harus menuliskan gelar dari pengarang tersebut.

Judul Tulisan

Menuliskan judul dari mana sumber tempat anda mengambil kutipan dengan lengkap dan jelas sekaligus memperhatikan kaidah EYD saat menuliskan footnote (catatan kaki).

Baca juga : Cara Membuat Daftar Isi di Word 2016

Tahun Terbit

Salah satu hal penting yang harus disertakan dalam penulisan footnote yaitu tahun penerbitan kutipan yang anda tulis. Atau menuliskan tahun publikasi apabila kutipan tersebut merupakan jurnal maupun tulisan yang lain.

Nomor Halaman Kutipan

Menyertakan halaman tempat kutipan diambil juga penting untuk diperhatikan. Untuk penulisannya, halaman tempat kutipan diambil dan disingkat menjadi istilah “hal” lalu nomor halaman tempat kutipan.

Ketentuan Penulisan Footnote

Sebelum lebih lanjut membahas tentang cara membuat footnote, terdapat beberapa hal yang wajib anda perhatikan jika anda ingin menulis footnote. Adapun beberapa hal penting yang perlu anda ketahui tersebut yaitu :

  • Nomor penanda footnote (catatan kaki) agak diangkat ke atas sedikit, seperti penulisan kuadrat, namun tidak mencapai satu spasi. Adapun ukuran penanda footnote juga dibuat sedikit lebih kecil. 
  • Nama penulis atau pengarang yang dijadikan sebagai footnote ditulis berdasarkan urutan nama asli mereka. Gelar atau pangkat misalnya Prof., Ir., dan lainnya tidak perlu dicantumkan.
  • Judul buku referensi yang dipakai untuk footnote (catatan kaki) dicetak secara miring jika ditulis dalam Ms.Word atau digaris bawahi jika diketik menggunakan mesin tik.
  • Apabila surat kabar, majalah maupun buku ditulis oleh 2 atau 3 orang penulis, nama mereka perlu dituliskan semua
  • Jika footnote berasal dari tiga orang lebih pengarang maka yang akan ditulis pada footnote hanya nama dari pengarang urutan pertama saja, berikutnya diikuti dengan keterangan et al. atau dkk.

Cara Membuat Footnote Dari Buku

Format penulisan catatan kaki (footnote) yang berasal dari buku berbeda-beda sesuai jumlah pengarangnya. Sebagaimana ketentuan yang sudah dijelaskan diatas, jika jumlah pengarang antara 1-3 maka semua nama pengarang harus disertakan. Namun jika jumlah pengarang adalah lebih dari 3 pengarang maka hanya perlu dituliskan satu nama pengarang saja lalu setelahnya diberi keterangan dkk atau et al.

Cara Membuat Footnote Dari Jurnal

Format penulisan catatan kaki (footnote) dari jurnal yaitu :

Nomor KutipanNama penulis, “Judul artikel”, Nama Majalah atau Jurnal serta volume dan nomornya, Tahun Terbit, Nomor halaman.

Contoh penulisan footnote dari jurnal yaitu :

¹Mc. Preganent, “(Title)”. Educational Evaluation & Alanytics. Volume 4 Nomor 3, Summer 2003, hal. 120. 

Cara Membuat Footnote Melalui Buku dengan 1 Penulis/ Pengarang

Nomor KutipanNama penulis, Judul Buku (Kota terbit : Nama Penerbit, Tahun Diterbitkan), Nomor Halaman.

Contoh membuat footnote dari buku yang ditulis oleh 1 pengarang yaitu :

1Haemin Sunim, Love for Impefect Things (London: Penguin Books, 2018), hal. 47

2Henry Manampiring, Filosofi Teras (Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, 2018), hal. 87

Cara Membuat Footnote yang Diambil Dari Buku Dengan 2-3 Penulis

Nomor kutipanNama Penulis 1, Nama Penulis2, dan Nama Penulis 3, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Terbit), Nomor halaman. 

Contoh menulis footnote yang dikutip dari buku dengan jumlah pengarang antara 2-3 adalah :

1Abdul Khalik, Rapi Armad, dan Bagus Kuncoro, Belajar Bahasa Indonesia, (Surabaya: Dwikarya, 2009), hlal 25

Cara Membuat Footnote Melalui Buku Dengan Pengarang Lebih Dari 3

Nomor kutipanNama Pengarang dkk, Judul Buku (Kota Penerbit: Nama Penerbit, Tahun Terbit), Nomor Halaman.

Contoh menulis footnote yang diambil dari buku dengan jumlah pengarang lebih dari 3 yaitu :

1Sri Utami dkk, B. Inggris Level 5 (Yogyakarta: Gramedia, Th 2003), hal. 5

2Mahmud Hidayat, dkk., Bahasa dan Sastra Indonesia (Klaten: Citra Aji Parama, 2004), hlm. 45

Cara Membuat Footnote dari Internet

Format penulisan footnote dari internet adalah :

Nomor kutipanAuthor, “Judul Artikel” (URL web, Tanggal Akses, Tahun Akses)

Contohnya adalah :

1Richard Whittle, “High Sea Piracy: Crisis in Aden” (link situs lengkap, diakses tanggal 31 Mei 2020, 10.47)

Demikian ulasan mengenai apa itu footnote dan juga cara membuat footnote yang baik dan benar. Dengan beberapa cara diatas bisa menjadi bahan referensi bagi anda saat ingin menyusun skripsi maupun karya ilmiah sehingga tugas anda pun bisa terselesaikan dengan mudah dan hasil yang memuaskan.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top