Mengenal Metode Depresiasi dalam Akuntansi

Diposting pada

Metode Depresiasi dalam Akuntansi – Berbicara tentang Akuntansi sama halnya berbicara tentang bisnis yang tidak akan ada habisnya. Banyak metode – metode yang akan Anda pelajari dalam Akuntansi, salah satunya metode depresiasi dalam Akuntansi. Banyak sebagian dari Anda pastinya belum mengenai secara penuh apa itu metode depresiasi dalam Akuntansi? Kata sederhananya metode depresiasi yaitu penyusutan.

Metode depresiasi memiliki peranan yang vital atau penting dalam dunia Akuntansi, jadi Anda harus tahu secara detail dan rinci mengenai hal ini yaitu metode depresiasi dalam Akuntansi.

Apa Itu Metode Depresiasi dalam Akuntansi?

Metode Depresiasi dalam Akuntansi
Metode Depresiasi dalam Akuntansi

Secara garis besar bahwa depresiasi merupakan penyusutan yang tidak akan lepas dari keberadaan aset tetap. Jadi, metode depresiasi dalam Akuntansi yaitu metode atau cara penghitungan biaya aset tetap selama masa waktu yang digunakan.

Bisa dikatakan begitu karena aset tetap merupakan suatu kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dengan nilai usia pemakaian lebih dari satu tahun digunakan untuk operasionalnya, bukan untuk dijual kembali. Dan seiringnya waktu, pasti nilai manfaat dari aset tetap akan berubah maka itu adanya penyusutan atau metode depresiasi dalam Akuntansi.

Karakteristik Metode Depresiasi dalam Akuntansi

Sebelum beranjak terlalu jauh setelah mengerti dan paham tentang penjelasannya, kini Anda harus mengerti dan paham juga mengenai karakteristik dari metode depresiasi dalam Akuntansi. Karakteristiknya akan dibagi menjadi 5 yaitu sebagai berikut:

  1. Metode depresiasi dalam Akuntansi merupakan proses kesinambungan satu bertahap yang berkurang nilai asetnya baik karena berakhir masa waktu atau saat digunakan.
  2. Metode depresiasi juga merupakan penurunan dari nilai aset tetap. Nilai depresiasi bersifat permanen dalam arti tidak dapat dirubah, ini pasti terjadi dan nilainya tidak bisa sama dengan nilai aslinya.
  3. Metode depresiasi sendiri bukan proses penilaian asetnya tetap merupakan proses mengalokasikan biaya perusahaan untuk suatu aset agar efektif masa penggunaannya.
  4. Yang perlu diketahui bahwa metode depresiasi dalam Akuntansi akan mengurangi nilai bukunya, bukan nilai pasar asetnya.
  5. Ditekankan kembali bahwa metode depresiasi ini digunakan hanya untuk aset tetap yang berwujud saja, selain itu tidak dapat digunakan.

Baca juga : Proses Pengajuan Hak Paten

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Metode Depresiasi dalam Akuntansi

Berbicara mengenai metode depresiasi dalam Akuntansi atau penyusutan ini pasti ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, faktor ini merupakan elemen – elemen atau komponen – komponen yang akan mempengaruhi seberapa besar kecilnya nilai metode depresiasi dalam Akuntansi, diantaranya:

Harga Perolehan

Bisa dilihat jelas, faktor pertama yang mempengaruhi yaitu harga perolehan. Dimana ini merupakan harga dari barang yang ditayangkan dengan semua biaya yang menyertai barang tersebut. Harga peroleh akan menjadi dasar dari perhitungan metode depresiasi dalam Akuntansi karena mempengaruhi besar kecilnya biaya yang akan dikeluarkan dalam satu periode atau satu masa buku. Dan itu alasan kenapa harga perolehan sangat mempengaruhi dalam metode depresiasi dalam Akuntansi.

Harga Buku Aset Tetap

Sama halnya dari harga peroleh, harga buku aset tetap juga ikut mempengaruhi metode depresiasi dalam Akuntansi karena harga buku aset tetap merupakan pengurangan dari hasil perolehan harga perolehan dengan jumlah penyusutan aset tetapnya.

Usia Ekonomis Aset

Tidak berbeda jauh dari dua hal yang sudah dibahas bahwa usia ekonomis aset juga mempengaruhi metode depresiasi dalam Akuntansi. Secara garis besar usia ekonomis aset ini dibagi menjadi dua yaitu usia fungsional dan usia fisiknya, dimana usia fungsional berhubungan dengan nilai manfaat uang dimiliki ketika aset tersebut digunakan dan usia fisik berhubungan dengan kondisi fisik aset tersebut.

Nilai Sisa atau Residu

Pengaruh lainnya datang dari nilai sisa atau residu yang merupakan perkiraan dari nilai aset tetap yang masuk dalam kas jika aset tersebut dijual pada penghentian aset atau penarikannya maupun berhentinya. Jadi, ini tergantung pada usia ekonomis aset tetap setelah digunakan dan yang perlu diperhatikan bahwa tidak semua aset tetap akan memiliki nilai sisa.

Metode Depresiasi dalam Akuntansi

Setelah tahu faktor dan karakteristiknya, Anda bisa melanjutkan ke metode depresiasi dalam  Akuntansi itu ada apa saja sih? Secara garis besar, metode depresiasi dalam Akuntansi terbagi menjadi empat yaitu dimana masing – masingnya memiliki nilai atau proses perhitungan sendiri – sendiri yang berbeda – beda. Jadi, Anda perlu menyimaknya dengan baik dan teratur dalam artikel di bawah berikut ini.

Baca juga : Mengenal Macam Pembiayaan Startup

Metode Garis Lurus

Pertama, metode depresiasi dalam Akuntansi yang akan dibahas yaitu metode garis lurus atau biasanya juga dikenal dengan nama Straight-Line Method. Metode ini memiliki titik fokusnya pada fungsi dari waktu bukan fungsi dari penggunaannya, jadi metode ini akan sering digunakan untuk membandingkan metode – metode lainnya. Akan tetapi, kabar buruknya bahwa metode ini menganggap kegunaan aktiva atau aset tetap sama setiap tahunnya sehingga hal ini kurang dinilai realistis.

Perhitungan menggunakan nilai sisa:

Depresiasi = (Harga Perolehan – Nilai Sisa) : Usia Ekonomis

Perhitungan tanpa menggunakan nilai sisa :

Depresiasi = Harga Perolehan : Usia Ekonomis

Metode Saldo Menurun Ganda

Selanjutnya metode depresiasi dalam Akuntansi yaitu metode saldo menurun ganda. Bagaimana lagi itu? Jangan khawatir! Ikuti dengan baik pasti Anda paham. Metode saldo menurun ganda ini menggunakan biaya penyusutan dalam persentasenya untuk kelipatan yang diperoleh dari metode garis lurus. Jadi, misalnya tarif saldo menurun dengan aktiva atau aset tetap selama 10 tahun akan menjadi 20% karena presentasinya akan dilipat gandakan dua kali pembiayaan.

Perhitungan Rumusnya :

Depresiasi = { 2 x ( 100% : Usia Ekonomis) } x Harga Beli atau Nilai Buku

Metode Jumlah Angka Tahun

Ya! Ini nih metode depresiasi dalam Akuntansi yang sering digunakan, metode ini menggunakan pecahan dengan pembilang angka tahunnya seperti 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 15, dan jumlah tahunnya menjadi penyebut. Jadi, metode ini satu pembilang akan menurun dari tahun demi tahunnya dan penyebut nya tetap.

Perhitungan Jumlah Angka Tahun

Depresiasi = Sisa Usia Penggunaan : Jumlah Angka Tahun x (Harga Perolehan Nilai Sisa)

Metode Aktivitas

Metode depresiasi dalam Akuntansi selanjutnya juga sering digunakan yaitu metode aktivitas. Dimana metode ini menggunakan atau mengasumsikan bahwa penyusutan sebagai fungsi produktivitas bukan penggunanya. Jadi, secara garis besarnya bahwa metode aktivitas ini tidak melihat dari segi waktu berlakunya. Dengan begitu penentuan usia penyusutan seperti mesin produksi tidak memiliki masalah tertentu.

Itulah penjelasan secara singkat tapi panjang mengenai metode depresiasi dalam Akuntansi yang patut Anda pahami dan baca agar menemukan pemahaman yang luar biasa. Jika, Anda mengalami kesulitan langsung pelajari kembali agar Anda mengerti terlebih dahulu. Jika tetap tidak berhasil, Anda bisa mengkonsultasikan kepada pihak yang kompeten dalam bidangnya.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.