Proses Pengajuan Hak Paten

Proses Pengajuan Hak Paten yang Harus Diketahui Pelaku Bisnis

Informasi mengenai proses pengajuan hak paten memang penting diketahui oleh anda yang mungkin baru atau merancang usaha. Terlebih lagi, jika memiliki merek dagang sendiri. Ini merupakan hal yang penting supaya merk Anda tersebut tidak diakui oleh pihak lain yang mungkin ingin menggunakannya.

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh sebuah negara kepada orang yang menemukan hasil penemuan pada bidang apapun, tergantung dari kategorinya. Dalam hal ini, contohnya untuk pengambilan foto sebuah produk.

Istilah lain yang mungkin dikenal selain paten adalah invensi atau inventor. Secara singkat, invensi merupakan ide yang kemudian dituangkan oleh penemunya. Sementara itu, inventor adalah penemunya. Agar meminimalisir kesulitan dalam proses pengajuan hak paten, ada baiknya paham terlebih dahulu dan berikut ini akan kami jelaskan.

Proses Pengajuan Hak Paten: Invensi Yang Dapat Dipatenkan

Proses Pengajuan Hak Paten
Proses Pengajuan Hak Paten

Sebuah penemuan apapun bisa dipatenkan dengan memenuhi beberapa persyaratan. Berikut di antaranya:

Penemuan Bersifat Baru

Syarat sebuah invensi dapat dipatenkan, adalah harus mempunyai sifat kebaharian. Artinya,  invensi tersebut tidak pernah dipublikasikan lewat media apapun sebelum permintaan paten diajukan serta mendapatkan tanggal paten diterima.

Meskipun sudah melewati proses pengajuan, kalau publikasi dilakukan sebelum tanggal penerimaan paten keluar, maka proses pengajuan hak paten bisa gaga. Mengapa hal ini terjadi? Alasannya karena invensi tersebut dianggap tidak baru lagi karena sudah dipublikasikan padahal paten belum keluar secara resmi.

Mengandung Unsur Inventif

Sebuah paten akan diberikan hak invensi bagi orang yang punya keahlian pada bidang tertentu. Contohnya, penemuan mengenai obat kanker kelenjar getah bening yang ada di bidang kesehatan. Sebelumnya memang belum pernah ada, dan oleh karena itu maka hal ini bisa dipatenkan.

Bisa Diterapkan Secara Industri

Hak paten tidak dapat diberikan kepada semua jenis invensi. Hal ini dikarenakan untuk memperolehnya perlu syarat tambahan yaitu bisa diterapkan pada skala industri. Sebuah invensi harus bisa diterapkan secara berulang dan memberikan fungsi konsisten. Tujuannya, supaya penemuan tersebut juga punya daya guna bagi masyarakat luas.

Baca juga : Mengenal Macam Pembiayaan Startup

Invensi Yang Tidak Dapat Diberikan Hak Paten

Selain paham proses pengajuan hak paten, perlu diketahui bahwa tidak semua invensi juga bisa memperoleh hak paten. Ada beberapa invensi yang tidak dapat diberikan hak paten karena satu dan lain hal, seperti berikut:

Bertentangan Dengan Undang-undang

Tidak semua invensi dapat dipatenkan dan ini dilihat dari apakah melanggar undang-undang atau tidak. Apabila ternyata invensi tersebut bertentangan dengan beberapa hal misalnya moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum, maka hak paten tidak bisa didapatkan.

Memakai Metode Penerapan Terhadap Makhluk Hidup

Dalam proses pengajuan hak paten, terdapat banyak invensi yang selanjutnya diterapkan baik kepada hewan maupun manusia secara langsung. Untuk hal ini, contohnya adalah pemeriksaan, pengobatan, perawatan, atau pembedahan.

Beberapa poin tersebut tidak bisa dipatenkan karena terkait dengan hak asasi manusia. Semua orang punya hak menerima maupun menerapkannya. Salah satu contohnya yaitu metode operasi cesar atau kemoterapi pada bidang kedokteran.

Teori Dalam Bidang Pengetahuan

Dalam proses pengajuan hak paten, sehebat apapun sebuah rumus misalnya matematika, maka tidak bisa dipatenkan. Alasannya, rumus tersebut adalah bagian dari teori. Invensi yang tidak dapat dipatenkan misalnya hukum alam, fenomena alam, maupun gagasan abstrak. Misalnya, Anda menemukan spesies tanaman baru, maka tidak bisa mengajukan hak paten karena dianggap sebagai sebuah fenomena alam.

Proses Dalam Pengajuan Hak Paten

Proses pengajuan hak paten dapat menjadi langkah cukup panjang dan cukup mahal. Anda harus memikirkan sejumlah biaya yang dikeluarkan ketika mendaftar. Di samping dari biaya, ada sejumlah persyaratan untuk memperoleh paten yang cukup kompleks.

Oleh sebab itu, sebelum anda mengajukan hak paten maka sebaiknya mempersiapkan hal kecil yang mungkin akan membuat rumit prosesnya. Inilah alur untuk mengajukan hak paten yang perlu Anda ketahui:

Melakukan Riset Dahulu

Hal pertama dalam proses pengajuan hak paten, adalah melakukan riset dahulu. Ini menjadi hal yang cukup penting karena untuk memastikan bahwa memang belum terdapat publikasi sebelumnya tentang invensi yang hendak dipatenkan. Dengan demikian, invensi tersebut dapat dianggap baru.

Baca juga : Cara Menentukan Upah Tenaga Kerja

Riset sederhana dapat anda lakukan misalnya dengan mengecek dokumen paten, baik itu yang tersimpan pada direktorat jenderal kekayaan intelektual atau pun kantor lainnya yang relevan dengan invensi. Disamping itu, bisa juga dengan melakukan penelusuran jurnal ilmiah terkait hal ini. Namun, juga akan lebih baik apabila penelusuran tersebut dilakukan sebelum melakukan penelitian invensi.

Mengkategorikan Dengan Lebih Spesifik

Setelah anda yakin bahwa invensi tersebut adalah hal yang baru, maka proses pengajuan hak paten berikutnya yaitu memulai spesifikasi paten untuk invensi tersebut. Hal tersebut akan mempermudah pihak pemberi hak paten mengenai apa kategori invensi yang sedang diajukan.

Mengajukan Hak Paten

Langkah terakhir proses pengajuan hak paten yaitu mengisi formulir permohonan nya dan biasanya rangkap 4. Selain itu, juga harus membayar biaya permohonan. Setelah syarat tersebut sudah dipenuhi, maka anda tinggal memperoleh tanggal penerimaan paten. Disamping itu, ada juga persyaratan formalitas yang harus dilengkapi dalam waktu 3 bulan sejak tanggal penerimaan.

Biaya Permohonan

Mengenai pengajuan paten, ada juga biaya yang harus ditanggung inventor. Sejumlah biaya tersebut antara lain biaya permohonan Rp750.000 untuk umum. Sementara itu bagi lembaga penelitian, UMKM, atau Litbang pemerintah dikenakan sebesar Rp450.000. Jika spesifikasinya lebih dari 30 lembar maka dikenakan biaya Rp5.000 per lembarnya.

Kemudian, ada biaya pemeriksaan substantif kurang lebih Rp2.000.000. kalau jumlahnya lebih dari 10 item, maka setiap tambahan klaim terkena sebanyak Rp50.000.

Kepatuhan Pada Hak Paten Dan Masa Berlaku

Dalam proses pengajuan hak paten juga punya sejumlah peraturan yang bersifat mengikat. Untuk inventor harus menaatinya. Selanjutnya, inventor atau penemu bisa punya hak eksklusif yang dipatenkan selama 20 tahun, terhitung dari mulai tanggal diterima. Selanjutnya setelah 30 tahun, invensi tersebut akan menjadi milik umum. Dapat dimanfaatkan juga oleh siapa saja tanpa harus mengetik izin dari pemegang hak paten tersebut.

Pelanggaran Pada Hak Paten

Selanjutnya, apabila mengalami pelanggaran hak paten maka proses untuk menentukannya dapat dibilang cukup rumit. Sebagai pemilik hak paten, Anda juga harus mencari siapa yang melakukan penjiplakan. Selanjutnya, bisa menegakkan hak paten tersebut.

Setelah itu Anda dapat meminta pemerintah agar menghentikan pembajak yang masih menjual produk yang melanggar paten tersebut. Ganti rugi dan royalti juga dapat diminta dan jumlahnya dapat disesuaikan dari penjualan sebelumnya.

Demikianlah informasi mengenai proses pengajuan hak paten yang bisa anda lakukan sebagai inventor. Jika memang Anda menemukan produk maupun suatu hal yang perlu diperhatikan, maka segera lakukan agar tidak diakui oleh orang lain. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda!

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top