Ini Yang Terjadi Jika Telat Lapor SPT Tahunan dan Solusinya

Diposting pada

Telat Lapor SPT TahunanKamu telat lapor SPT tahunan? Lantas, apa yang harus kamu lakukan supaya tidak mendapatkan sanksi berat?

Melaporkan SPT tahunan sudah menjadi kewajiban bagi wajib pajak. Ini pun sudah diatur oleh pemerintah dalam undang-undang.

Pelaporan ini memungkinkan setiap wajib pajak dapat memenuhi kewajibannya. Di sisi lain, negara dapat mengantongi pendapatan. Nantinya, pendapatan negara ini dapat dimaksimalkan untuk pembangunan.

Sayangnya, ada beberapa wajib pajak yang telat lapor SPT tahunan. Baik itu disengaja atau tidak seperti terlupa.

Jika ini terjadi, sanksi diberlakukan untuknya. Mengenai sanksinya, ini disesuaikan dengan situasinya. Yakni ada sanksi berupa denda dan pidana.

Di sini, kamu akan mempelajari tentang batas waktu pelaporan, sanksi hingga cara membayar denda. Berikut ini informasinya.

Batas Waktu Pelaporan SPT Tahunan

Telat Lapor SPT Tahunan
Telat Lapor SPT Tahunan

Surat pemberitahuan tahunan pajak wajib disampaikan ke dirjen pajak. Penyampaiannya tidak boleh terlambat jika tidak ingin terkena sanksi.

Pelaporan ini perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan. Normalnya, pelaporan ini dilakukan di tiap awal tahun. Tentunya, ada batas akhir yang mana menjadi waktu toleransi agar terhindar dari sanksi.

Sesuai dengan aturan perundang-undangan, ada batas akhir untuk menyampaikan SPT. Ini disesuaikan dengan jenis pajak itu sendiri.

Untuk SPT Masa, batas akhirnya adalah 20 hari setelah akhir masa pajak. Sementara SPT Pajak penghasilan orang pribadi sekitar 3 bulan setelah akhir tahun.

Sedangkan untuk SPT pajak penghasilan badan, batas akhirnya sekitar 4 bulan setelah akhir tahun. Lebih dari itu, wajib pajak akan dikenakan sanksi.

Denda Telat Melaporkan SPT Tahunan

Sanksi akan diberikan untuk wajib pajak yang telat lapor SPT tahunan. Sanksinya terbagi menjadi dua. Sanksinya sebagai berikut.

Denda Uang

Sanksi berupa denda bisa dibilang masih cukup ringan. Karena, sanksi ini masih bisa diatasi dengan mudah.

Mengenai jumlahnya, ini disesuaikan dengan wajib pajak itu sendiri. Khusus wajib pajak pribadi, denda keterlambatan pelaporan SPT tahunan hanya sebesar Rp.100.000. Sedangkan wajib pajak Badan, nilainya mencapai Rp.1.000.000.

Jumlah tersebut berlaku bagi wajib pajak yang telat satu tahun. Apabila telat hingga beberapa tahun, jumlahnya akan diakumulasikan sesuai tahun keterlambatan.

Contohnya wajib pajak pribadi tidak lapor hingga 5 tahun, maka dendanya sekitar Rp.500.000. Begitu pula dengan badan usaha. Nilainya akan bertingkat sesuai dengan berapa lama tahun keterlambatan.

Baca juga : Prinsip Pareto Dalam Bisnis

Pidana

Pemerintah sudah berusaha untuk meningkatkan kepatuhan dari masyarakat. Salah satunya dengan memberlakukan sanksi pidana bagi pelanggar aturan perpajakan.

Sanksi ini pun sudah diatur dalam undang-undang. Orang yang mendapatkan sanksi pidana ialah mereka yang sengaja tidak menyampaikan SPT tahunan atau pun sengaja mengisi laporan tidak benar.

Pengisian data yang tidak tepat ini menimbulkan kerugian bagi pemerintah. Untuk itulah, pemerintah menetapkan sanksi pidana bagi wajib pajak.

Mengenai lama pidananya, paling lambat sekitar 6 bulan. Sementara sanksi pidana terlama sekitar 6 tahun.

Sekedar informasi saja jika sanksi ini bisa ditangguhkan dengan beberapa syarat. Pertama, telat lapor SPT tahunan atau tidak menyampaikannya merupakan kejadian yang dilakukan oleh wajib pajak untuk pertama kalinya.

Sementara kedua, wajib pajak mau memenuhi kewajibannya dalam melunasi tunggakan atau denda yang ditetapkan oleh dirjen pajak. Jika ini dilakukan, otomatis wajib pajak akan bebas dari sanksi pidana.

Cara Bayar Denda Telat Lapor SPT Tahunan

Sebenarnya, wajib pajak masih diuntungkan ketika hanya mendapatkan denda. Pasalnya, dendanya masih dapat ditangani sehingga seseorang masih dapat melakukan rutinitasnya di dunia pekerjaan.

Jika kamu terkena denda, kamu harus segera melakukan pembayaran supaya tidak terkena sanksi yang lebih berat. Langkah pembayaran dendanya sebagai berikut.

  • Dapatkan Surat Tagihan Pajak

Kamu tentunya menyadari jika telah melakukan sebuah kesalahan lantaran tidak segera melaporkan SPT tahunan. Begitu pula, kamu pun sadar mengenai jumlah biayanya.

Meskipun begitu, bukan berarti jika kamu dapat segera melakukan pembayaran. Tetapi, kamu masih harus memiliki surat penagihan terlebih dahulu.

Surat tagihan ini dikeluarkan oleh instansi pajak. Tepatnya Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di mana kamu terdaftar.

Biasanya, KPP sudah mengirimkan surat tagihan tersebut. Surat tersebut dialamatkan sesuai dengan alamat di NPWP. Jadi, pastikan bahwa kamu mengisi alamat yang valid.

Lantas, bagaimana jika belum mendapatkannya? Mau tidak mau, kamu harus mendatangi KPP. Kamu bisa meminta surat tagihan tersebut.

Surat ini akan berisi tentang kode. Kode tersebut yang akan digunakan untuk pembayaran. Oleh karenanya, penting bagi kamu untuk mendapatkannya sebelum melakukan pembayaran.

Baca juga : Macam Macam Pinjaman Usaha

  • Bayar Denda

Kalau sudah mendapatkan surat tagihannya, praktis nominalnya sudah diketahui. Kamu tinggal melakukan pelunasan pajak yang masih terutang beserta dendanya.

Pembayarannya bisa dilakukan di mana saja. Contohnya membayar denda secara offline di kantor pos.

Bisa juga membayarnya via ATM atau bank transfer. Cukup ikuti panduannya. Yang penting, alamatnya sesuai sehingga pembayaran denda dapat dikonfirmasi.

Kalau ingin pembayaran cepat terkonfirmasi, kamu bisa melakukannya via aplikasi pajak. Gunakan saja aplikasi dan bayar sesuai dengan nominal denda. Maka, pembayaran yang sudah dilakukan akan segera terkonfirmasi oleh sistem.

  • Lapor SPT yang Terlambat

Pembayaran denda merupakan langkah awal supaya kamu tidak terkena sanksi lebih jauh. Setelah menuntaskan kewajiban tersebut, kamu masih punya kewajiban lainnya. Kewajibannya tentu menyampaikan SPT.

Untuk yang telat lapor SPT tahunan, pelaporannya pun masih sama saja. Kamu bisa melaporkannya melalui layanan dari Dirjen pajak.

Pelaporan melalui aplikasi ini jauh lebih mudah. Tentu saja, ini jauh lebih hemat waktu.

Bagi yang belum memiliki akun, kamu bisa melaporkannya secara konvensional. Yakni dengan datang langsung ke KPP.

Orang yang Bebas Sanksi Meskipun Telat Lapor SPT

Diketahui sebelumnya jika telat lapor SPT tahunan bisa dikenai sanksi. Sanksi ini pun tidak main-main. Yang terberat tentunya pidana hingga 6 tahun.

Meskipun begitu, terdapat beberapa orang yang statusnya dibebaskan dari sanksi. Ini merupakan kejadian khusus.

Pertama adalah wajib pajak yang sudah meninggal. Kedua adalah orang yang sudah tidak lagi bekerja atau pun menjalankan kegiatan usaha.

Kemudian yang ketiga adalah orang yang mengalami musibah berupa bencana. Dengan catatan, ini sesuai dengan ketentuan dari peraturan Menteri Keuangan.

Keempat adalah orang yang berada di dalam situasi yang berbahaya. Contohnya kebakaran, kerusuhan masal hingga adanya kegagalan sistem komputer yang dimiliki oleh dinas perpajakan.

Kelima merupakan badan usaha yang tidak lagi menjalankan bisnisnya di Indonesia. Praktis, pajak akan diberlakukan di negara di mana badan usaha beroperasi.

Kemudian yang keenam adalah perusahaan yang memang sudah tidak melakukan kegiatan usaha. Meskipun belum dibubarkan, tetapi perusahaan tersebut sudah tidak memiliki pemasukan lagi.

Apabila kamu bukan termasuk orang bebas sanksi, pastikan untuk disiplin dalam melakukan pelaporan SPT. Tetapi bila situasinya memaksa terjadinya telat lapor SPT tahunan, baiknya segera bayar denda dan sampaikan SPT yang terlambat.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.